MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki puncak musim kemarau 2026, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, keselamatan keluarga, serta kelestarian lingkungan. Selasa, 25/08/2026.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi cuaca kering yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tuti Marheni menekankan bahwa penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada paparan debu dan kabut asap.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga agar tetap menjaga kesehatan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. Mari biasakan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan kabut asap, serta jangan mengonsumsi air mentah agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain menjaga kesehatan, ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat melakukan aktivitas atau berwisata di kawasan sungai dan tempat terbuka lainnya.
Menurut Tuti, keselamatan anak harus menjadi perhatian utama orang tua dan keluarga agar aktivitas rekreasi tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Saat mengunjungi tempat wisata, terutama di area sungai, pastikan anak-anak selalu berada dalam pengawasan orang tua. Keamanan dan kenyamanan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tuti juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla serta berbagai penyakit yang rentan muncul pada musim kemarau, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan demam berdarah dengue (DBD).
Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama melalui kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
“Saya berharap kita semua dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla dan berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau, seperti ISPA, diare, dan DBD. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama agar Murung Raya tetap aman, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya.
Tuti Marheni berharap pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat terkait, serta seluruh lapisan masyarakat dapat terus memperkuat sinergi dalam melakukan edukasi, pencegahan penyakit, pengawasan lingkungan, dan langkah-langkah antisipasi karhutla sejak dini.
Menurutnya, menghadapi musim kemarau tidak hanya membutuhkan kesiapan pemerintah, tetapi juga kesadaran dan peran aktif seluruh masyarakat.
Musim kemarau bukan semata-mata persoalan perubahan cuaca, melainkan juga menjadi ujian terhadap kesiapan bersama dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
Melalui langkah-langkah preventif, edukasi yang berkelanjutan, serta semangat gotong royong, masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan daerah sehingga Kabupaten Murung Raya tetap aman, sehat, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan musim kemarau. [Longking]

