MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.AP., meminta seluruh pihak meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, di tengah kondisi kabut asap dan debu akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sabtu, 05/09/2026.
Bebie yang juga Ketua Fraksi PDI-P DPRD Murung Raya menilai, pencegahan gangguan kesehatan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Orang tua atau wali murid, guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam melindungi anak selama kualitas udara memburuk.
ORANG TUA DAN GURU PUNYA PERAN PENTING
Menurut Bebie, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena aktivitas mereka di lingkungan sekolah maupun di luar ruangan cukup tinggi.
“Meminimalisir ancaman berbagai jenis penyakit yang timbul akibat kabut asap dan debu tidak lepas dari tanggung jawab bersama antara orang tua atau wali murid dan guru tenaga pengajar,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kegiatan belajar maupun aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara.
CEGAH GANGGUAN PERNAPASAN
Bebie mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama paparan kabut asap dan debu.
Masyarakat, khususnya orang tua, diminta memantau kondisi anak. Apabila mengalami batuk, sesak napas, mata perih atau keluhan kesehatan lainnya, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, penggunaan masker saat berada di luar ruangan perlu diperhatikan. Sekolah juga diharapkan mengambil langkah pencegahan, termasuk menyediakan masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kondisi udara tidak memungkinkan.
PERKUAT SINERGI PEMERINTAH DAN SEKOLAH
Bebie mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui perangkat daerah terkait untuk memperkuat sosialisasi mengenai bahaya paparan asap dan debu.
Menurutnya, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan perlu bersinergi dengan sekolah serta masyarakat untuk memastikan langkah perlindungan kesehatan dapat berjalan secara efektif.
“Hendaklah orang tua memastikan anak cukup istirahat, mengonsumsi air putih dan makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah. Di sekolah, guru dan tenaga pengajar diharapkan proaktif mengedukasi siswa tentang bahaya asap dan cara melindungi diri,” jelasnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan terdekat, baik keluarga maupun sekolah.
Fraksi PDI-P DPRD Murung Raya berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Bebie berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat terus diperkuat sehingga risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dan debu dapat ditekan. [Longking]

