Bupati dan Wabup Murung Raya Tegaskan Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Cegah Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berdaya saing tinggi, Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, S.E, Dan Wakil Bupati Murung Raya, H. Rahmanto Mohidin, S.H.I, . Jum’at, 22/08/2025.

Mendongkrak peran aktif para pemangku kepentingan Agar kembali menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dan keluarga dalam membentuk karakter generasi penerus yang cerdas berprestasi terhindar dari penyalahgunaan Narkotika, dan pergaulan Bebas, Demi mencapai tujuan cita-cita dan harapan yang cerah dimasa depan jauhilah apa yang sudah di larang dalam agama.

“Demikian disampaikan Bupati Murung Raya Heriyus Midel Yoseph, saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Pengembangan Soft Skill tingkat/SMP/SMA/SMK, sederajat, Acara Yang berlangsung dengan khidmat.

“Heriyus Midel Yoseph, juga menyampaikan Saat ini kita menghadapi situasi yang bisa disebut sebagai bentuk ‘perang modern’ terhadap generasi bangsa. Bukan perang bersenjata, tapi perang moral dan mental yang jika tidak dihadapi bersama, bisa menggerus cita-cita menuju Mura Emas 2030 Indonesia Emas 2045,” Ujar Heriyus M. Y.

Ia juga Menegaskan Kabupaten Murung Raya adalah salah satu dari kabupaten yang berposisi strategis terhadap tantangan yang dihadapi terutama bagi kaula muda maka oleh sebab itulah Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya Mengambil langkah inisiatif sebagai upaya strategis Mencegah dan menghindari akan lebih baik dari pada harus mengobati.

“Dengan Mempersiapkan berbagai benteng yang sudah dirancang untuk memagari para generasi muda kita agar terhindar dari berbagai tantangan yang bisa menghalangi cita cita mereka, Heriyus Midel Yoseph juga menekankan bahwa bukan cuma sampai disitu saja.

Tapi Pemerintah Daerah yang melalui Dinas instansi terkait Termasuk peran Guru tenaga pendidik dan peran aktif orang tua serta semua pihak sudah tentu sangatlah penting guna untuk membekali para siswa generasi penerus dengan berbagai keterampilan hidup (life skill) agar lebih adaptif, memiliki daya tahan terhadap tekanan sebaya, serta mampu berkata “tidak” terhadap narkoba dan asusila lainnya, ” tegasnya. 

“Dalam Kondisi saat ini menunjukkan bahwa penanganan masalah narkotika dan pergaulan bebas tidak cukup dilakukan secara represif atau hanya oleh aparat, namun membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat. ”

Mari bangun generasi muda yang mampu berkata “Say No to Drugs” memerlukan revitalisasi peran keluarga dan penguatan fungsi pendidikan karakter di sekolah. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *