H. Johansyah Tidak Ingin Mendengar SPJ Lancar Tetapi Pembangunan Belum Kelar

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – kedepannya Kami tidak ingin lagi di saat Reses mendengar adanya laporan dan keluhuran Dari pihak warga masyarakat Desa SPJ lancar Pembangunan di Desa belum kelar. Rabu, 23/07/2025.

“Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E, M.I.P, menurut informasi dari warga desa’ yang kami tampung pada saat kami turun ke Desa’ desa’ dalam rangka Reses Kami mendengar Dan melihat langsung tentang apa yang sudah di sampaikan oleh masyarakat terkait dengan pembangunan infrastruktur yang sudah tertuang didalam RABAPBDes,
Masih Ada beberapa desa yang masih perlu di tinjau ulang oleh pihak instansi terkait,” tegasnya. 

“Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mura ini, juga menambahkan Selain dari penampung Aspirasi masyarakat namun kami juga bagian dari fungsi pengawasan dalam hal yang menyangkut penggunaan keuangan negara, bagi kami tidak adanya keberpihakan karena sebagai wakil rakyat kami tegak lurus, dan bertindak tegas
Maka dari itulah kami berharap setiap pengguna anggaran bisa cek ulang RABAPBDes SPJ dan bukti fisiknya, apabila masih terdapat ada yang masih belum sesuai kami minta pihak pemerintah desa segera memperbaiki dan memperindahnya, ” harap H. Johansyah. 

Sebagian dari pos pos bangunan yang sudah dokumentasikan, oleh Aparatur pemerintah desa dan BPD kami minta minimal capaiannya rata-rata diatas 95 persen, karena hal tersebut tidak mustahil bisa di audit oleh pihak yang berwenang. 

Dalam keterangannya, H. Johansyah, menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan bukan berarti mengabaikan kualitas.

Ia meminta agar desa tetap berpegang pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis yang telah ditetapkan. 

“Kami meminta setiap desa menyelesaikan kegiatan tepat waktu. Tapi pembangunan tidak boleh asal-asalan hanya karena dikejar cepat. Semua harus sesuai dengan RAB dan gambar,” Ujarnya. 

Anggota DPRD kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke desa-desa bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari tugas pengawasan dan pembinaan baik di tingkat kecamatan kelurahan hingga sampai ke Desa’ Desa yang terpencil. 

Ia berharap desa-desa yang baru memulai kegiatan segera menggenjot pelaksanaan agar Tahap I bisa selesai tepat waktu dan berlanjut ke Tahap II.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara desa dan kecamatan untuk memantau progres kegiatan secara berkala demi memastikan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan.

“Kami hanya menjalankan tugas. Jika pembangunan Tahap I cepat selesai, maka dana untuk tahap berikutnya bisa segera diproses jangan sampai karena kelalaian dalam tugas sehingga menghambat pembangunan desa karena apapun yang bersifat demi kesejahteraan masyarakat itu kami harapkan semakin cepat lebih baik,” pungkasnya. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *