ISPU Tembus 902, Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya H. Johansyah Imbau Warga Waspada Kabut Asap

Kegiatan pemerintah

KESEHATAN6389 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi PPP yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Murung Raya. Rabu, 16/09/2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul data pemantauan kualitas udara dari Stasiun Sistem Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya. Pada Selasa, 15 September 2026, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai 902.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (16/9/2026), Johansyah mengatakan masyarakat perlu membedakan kabut asap akibat pencemaran udara dengan kabut alami yang biasa muncul pada kondisi tertentu.

“Kabut di musim kemarau 2026 ini tidak seperti kabut biasanya yang disebabkan oleh embun. Kali ini sangat berbeda dan lebih berbahaya bagi kesehatan,” tegas Johansyah.

Menurut Johansyah, kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat membawa partikel halus dan berbagai zat pencemar yang berisiko mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi kualitas udara saat ini dan mengambil langkah pencegahan.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai dan memiliki kemampuan filtrasi partikel, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Johansyah juga meminta masyarakat memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dengan membatasi aktivitas mereka di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

Selain mengimbau masyarakat, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama instansi terkait untuk terus memperkuat langkah penanganan karhutla dan pencemaran udara, termasuk pemantauan kualitas udara, penanganan titik api, serta penyampaian informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita semua harus saling menjaga di tengah kondisi kabut asap ini,” pungkasnya. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *