Kadis Dikbud Murung Raya Putu Suranta: Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Belajar, Karakter dan Keterampilan Jadi Kunci Masa Depan

Kegiatan pemerintah

PENDIDIKAN9657 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan menimba ilmu. Rabu, 21/10/2026.

Menuntut ilmu harus dilakukan sejak usia dini hingga puncak usia, dan tidak hanya terpaku di bangku sekolah formal, tetapi juga melalui berbagai pengalaman hidup, kearifan lokal, serta penyelarasan antara pendidikan dan kebudayaan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat akan pentingnya pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) bagi seluruh masyarakat Murung Raya di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Menuntut ilmu itu dari ayunan hingga liang lahat. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ilmu tidak hanya kita dapatkan di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman hidup, dari kearifan lokal, dari budaya kita sendiri, dan dari lingkungan sekitar kita,” tegas Putu Suranta.

Lebih lanjut, Putu Suranta menyoroti pentingnya pembentukan karakteristik generasi muda Murung Raya yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan di berbagai bidang. Menurutnya, tantangan dunia kerja dan kehidupan di masa depan tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga karakter yang kuat dan keterampilan (skill) yang mumpuni.

“Karakteristik seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, gotong royong, dan toleransi adalah fondasi utama. Tanpa karakter, kepintaran tidak akan berarti. Selain itu, keterampilan di berbagai bidang, baik itu keterampilan vokasional, kewirausahaan, teknologi, seni, maupun budaya, harus terus diasah sejak dini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Disdikbud Murung Raya terus berupaya melakukan penyelarasan antara pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan harus berakar pada kebudayaan lokal agar tidak tercerabut dari jati diri, sementara kebudayaan harus menjadi sumber belajar yang hidup di sekolah.

“Kami ingin anak-anak Murung Raya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, terampil secara praktis, dan kuat secara karakter serta berbudaya. Mereka harus menjadi pribadi yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri sebagai anak Tana Malai Tolung Lingu,” tambahnya.

Melalui berbagai program seperti penguatan Profil Pelajar Pancasila, ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan, dan pelestarian budaya lokal di sekolah, Disdikbud berharap mampu melahirkan sumber daya manusia Murung Raya yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Teruslah belajar, di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Karena dengan ilmu dan karakter yang baik, kita akan mampu membangun diri, keluarga, dan daerah kita tercinta,” pungkas Putu Suranta. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *