MURUNG RAYA / SEMAKU.net — Di tengah ancaman kabut asap dan musim kemarau yang berkepanjangan, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., mengajak seluruh lapisan masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan kewaspadaan dalam mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Minggu, 30/08/2026.
Dalam sebuah perumpamaan sederhana namun sarat makna, Rumiadi mengingatkan masyarakat bahwa, “Api kecil itu kawan, api besar itu lawan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa api dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak dan terkendali, namun dapat menjadi ancaman serius ketika tidak diawasi dan berubah menjadi kebakaran besar.
Menurutnya, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan kesadaran serta peran aktif seluruh elemen masyarakat.
KOLABORASI CEGAH KARHUTLA DEMI MASA DEPAN
Sebagai wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rumiadi mengajak seluruh pihak untuk saling mengingatkan dan bergotong royong dalam mencegah Karhutla.
“Karena akibat Karhutla, di tahun-tahun ke depan kita tidak mustahil akan mengalami kekurangan bahan pangan seperti buah-buahan. Kerugiannya sangat besar bagi masyarakat banyak,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa hutan dan lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga hutan dari kebakaran berarti turut menjaga sumber kehidupan, ketahanan pangan, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat di masa mendatang.
AJAK MASYARAKAT MEMAHAMI KONDISI PASOKAN BBM
Selain persoalan Karhutla, Rumiadi juga menyinggung kondisi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluhkan sebagian masyarakat.
Ia meminta masyarakat untuk dapat memahami berbagai kendala yang terjadi, terutama akibat dampak musim kemarau, kabut asap, dan debu yang mengganggu jalur serta aktivitas transportasi pasokan.
“Salah satu penyebabnya adalah kemarau, kabut asap, dan debu. Transportasi pasokan BBM kita mengalami kesulitan karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan dampak lainnya,” jelasnya.
Rumiadi berharap masyarakat tetap bersabar dan tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memahami situasi yang tengah dihadapi, baik di tingkat daerah maupun secara regional.
POSKO LAYANAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT
Di tengah dampak kemarau yang semakin dirasakan masyarakat, pemerintah daerah juga terus berupaya memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan, salah satunya melalui penyediaan sejumlah titik Posko Layanan Air Bersih.
Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga di wilayah Kota Puruk Cahu dan daerah yang terdampak kekurangan air.
“Kita juga terus berdoa. Semoga doa dari para ulama dan masyarakat dikabulkan Allah SWT dan segera diturunkan hujan,” pungkasnya.
HADIR DI TENGAH MASYARAKAT
Pesan tersebut disampaikan Rumiadi saat menghadiri resepsi perkawinan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Puruk Cahu.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh dan anggota masyarakat, di antaranya H. Sirajulrahman, S.Hut., S.I.Kom., anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, H. Marianto, anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Akhirudin, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran para tokoh dan pemimpin di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan.
Di tengah berbagai tantangan akibat musim kemarau, ancaman Karhutla, kabut asap, serta persoalan kebutuhan masyarakat, Rumiadi mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan semangat gotong royong.
Sebab, menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan lebih mudah diatasi apabila pemerintah, DPRD, aparat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dapat saling mendukung serta bergerak bersama demi Murung Raya yang aman, tangguh, dan sejahtera. [Longking]

