MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki musim bercocok tanam padi atau yang dalam bahasa Dayak dikenal dengan istilah Nugal (Nukan), Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong melalui tradisi Handep Haduhup. Sabtu, 03/10/2026.
Menurut Sutrisno, Handep Haduhup yang bermakna saling membantu dan bahu-membahu merupakan salah satu nilai luhur warisan leluhur yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Terlebih, tradisi tersebut sangat relevan diterapkan dalam kegiatan bercocok tanam masyarakat, khususnya saat memasuki musim Nugal.
“Hidupkan kembali Handep Haduhup. Budaya gotong royong ini adalah warisan leluhur kita yang sangat mulia. Mari kita saling membantu dan saling menopang dalam musim Nugal ini,” ujar Sutrisno.
Ia menilai, pekerjaan di ladang, baik dengan lahan yang luas maupun tugas yang cukup berat, akan terasa lebih ringan apabila dilakukan secara bersama-sama dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong.
“Seberapa luas lahan atau seberapa berat tugas dan pekerjaan, apabila dihadapi dengan semangat kebersamaan, kita yakin Insya Allah dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Inilah kekuatan kita sebagai masyarakat Murung Raya yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan,” pungkasnya.
Sutrisno menambahkan, tradisi Nugal tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lebih dari itu, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Semangat Handep Haduhup diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga budaya gotong royong tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Murung Raya di Bumi Tana Malai Tolung Lingu. [Longking]

