MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar sebagai bekal strategis dalam membangun generasi yang kritis, kreatif, dan berdaya saing global. Selasa, 20/10/2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi Murid SMP 2026 yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Murung Raya, Dra. Lynda Kristiane, http://M.Tr.IP., yang mewakili Bupati Murung Raya Heriyus, di SMA Negeri 1 Laung Tuhup, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema *“Bersama Dalam Kata, Bersatu Dalam Karya”*, festival ini diikuti oleh ratusan murid dari berbagai SMP se-Kabupaten Murung Raya. Kegiatan ini menjadi wadah inklusif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri, mengasah keterampilan, dan menunjukkan kreativitas melalui berbagai karya literasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Nuryeni, para kepala sekolah, dewan juri, serta stakeholder pendidikan terkait lainnya.
Beragam perlombaan kompetitif dan edukatif digelar, meliputi cerdas cermat, _story telling_, debat mini, penyuntingan video, poster digital, penulisan cerpen, dan video kreatif. Seluruh rangkaian lomba dirancang untuk mendorong murid mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berkomunikasi efektif, berpikir kritis, serta memanfaatkan media digital secara kreatif dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Sekda Lynda Kristiane menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berpengetahuan, kritis, dan inovatif. Di era disrupsi informasi, kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan gagasan menjadi bekal penting bagi murid dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi tentang bagaimana anak-anak kita mampu berpikir kritis, memahami informasi dengan bijak, dan berani menyampaikan ide dalam bentuk karya. Inilah bekal mereka untuk menjadi pemimpin masa depan,” tegas Lynda.
Ia berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, keberanian menyampaikan pendapat, serta kepercayaan diri murid dalam menghasilkan karya.
“Kegiatan ini adalah kesempatan untuk belajar, mengembangkan bakat, dan menghargai kreativitas sesama peserta. Kalah menang adalah hal biasa, yang utama adalah proses belajar dan keberanian untuk berkarya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lynda menyampaikan bahwa Pemkab Murung Raya mendorong seluruh satuan pendidikan untuk terus menyediakan ruang ekspresi bagi murid dalam mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik.
“Dukungan terhadap kegiatan literasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan inspiratif. Sekolah harus menjadi rumah yang menyenangkan bagi tumbuhnya ide dan karya,” ucapnya.
Melalui Festival Literasi Murid SMP 2026, diharapkan budaya literasi semakin mengakar kuat di lingkungan sekolah dan mampu melahirkan generasi muda Murung Raya yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta mampu menghasilkan karya positif yang membanggakan bagi masyarakat dan daerah. [Longking]

