Pj Sekda Murung Raya Ajak Selamatkan Hutan dan Lestarikan Budaya Tira Tangka Balang

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menyelamatkan alam dan hutan serta melestarikan budaya Tira Tangka Balang. Rabu, 15/04/2026.

Menurutnya, hutan merupakan paru-paru kehidupan, sedangkan budaya adalah jiwa daerah.

Ketika keduanya dijaga secara selaras, Murung Raya akan berdiri kokoh sebagai wilayah yang berdaulat secara ekologis dan bermartabat secara kultural.

“Ini bukan tugas orang lain, melainkan tanggung jawab kita bersama, dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Sarwo Mintarjo menekankan bahwa kelestarian hutan tidak dapat dipisahkan dari kelestarian nilai-nilai budaya.

Tira Tangka Balang bukan sekadar warisan leluhur, tetapi merupakan sistem nilai yang membimbing cara masyarakat memperlakukan tanah, air, dan sesama.

“Jika nilai Tira Tangka Balang dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka hutan tidak akan dirusak, sungai tidak akan dicemari, dan adat tidak akan dilupakan,” ujarnya.

Ia berharap nilai luhur tersebut menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong tiga langkah strategis lintas sektor.

Pertama, memperkuat patroli partisipatif serta melakukan restorasi kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan damang, mantir adat, kelompok tani hutan, dan pemuda desa.

Kedua, mengintegrasikan nilai Tira Tangka Balang ke dalam pendidikan muatan lokal serta kegiatan sanggar komunitas, agar generasi muda mengenal, memahami, dan mengamalkan kearifan lokal.

Ketiga, mengembangkan ekowisata berbasis budaya yang mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi pelaku seni, UMKM, serta desa penyangga, sehingga pelestarian menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Sarwo Mintarjo menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program daerah berjalan secara terukur dan berdampak nyata.

Indikator keberhasilan meliputi luas tutupan hutan yang terjaga, penurunan jumlah titik api, peningkatan kegiatan budaya berbasis komunitas, serta pertumbuhan usaha lokal yang berprinsip pada kelestarian.

“Anggaran daerah harus memberikan manfaat bagi rakyat dan lingkungan. Setiap program wajib memiliki data dasar, target capaian, serta evaluasi yang transparan,” ujarnya.

Ia juga mendorong peran aktif pengawasan publik agar kebijakan yang dijalankan tidak berhenti sebatas dokumen, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama, mulai dari pemerintah yang menghadirkan regulasi berpihak, DPRD yang memastikan alokasi anggaran tepat sasaran, lembaga adat yang menjaga nilai, dunia usaha yang menerapkan praktik berkelanjutan, hingga masyarakat sebagai garda terdepan di lapangan.

“Jika kita bergerak bersama, Tira Tangka Balang tidak hanya akan lestari, tetapi juga mampu menghidupkan hutan, menjaga sungai, serta mengangkat martabat masyarakat Tana Malai Tolung Lingu. Mari mulai dari diri sendiri, dari desa masing-masing, dan dari sekarang,” pungkasnya. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *