Rumiadi: Peringatan Bulan Maulid Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dan Memperkuat Kerukunan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., beserta jajaran anggota DPRD Kabupaten Murung Raya menyampaikan ucapan selamat memperingati Bulan Maulid kepada seluruh umat Islam. Senin, 24/08/2026.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menurut Rumiadi, harus menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW serta memperkuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, toleransi, dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Murung Raya, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan, untuk terus saling mencintai, menyayangi, menghargai, dan melengkapi dengan penuh kasih. Sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujar Rumiadi.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Rumiadi menegaskan, ajaran tentang kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:
“Dan Kami tidak mengutus engkau, Muhammad, melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus membawa rahmat, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh alam. Nilai tersebut, kata Rumiadi, patut menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pesan Rasulullah SAW mengenai kecintaan terhadap sesama.

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”

Menurut Rumiadi, semangat yang terkandung dalam ajaran tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam menjaga hubungan antarwarga, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati.

Akhlak Rasulullah sebagai Kompas Moral
Rumiadi yang juga merupakan kader PDI Perjuangan menilai, akhlak Rasulullah SAW dapat menjadi kompas moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Nilai kejujuran, amanah, keadilan, kepedulian, kesabaran, serta sikap menghormati sesama merupakan prinsip yang penting untuk diterapkan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Semuanya itu menuntun kita untuk hidup harmonis, saling menjaga, saling menghargai, dan saling menghormati. Ini bukan hanya nilai keagamaan, tetapi juga pilar penting untuk menjaga Murung Raya tetap damai, aman, dan terus maju bersama,” tegasnya.

Ia menilai, di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan harus senantiasa dijaga sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan.

Menurutnya, masyarakat Murung Raya yang hidup dalam keberagaman memiliki modal sosial yang besar untuk terus membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Bulan Rabiul Awal, Momentum Menebar Kebaikan

Lebih lanjut, Rumiadi mengingatkan bahwa Bulan Rabiul Awal memiliki makna yang istimewa dalam sejarah Islam karena menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengenang dan meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

“Kelahiran beliau membawa cahaya bagi peradaban. Mari kita jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai cermin dalam bertutur, bersikap, bertindak, dan melayani masyarakat. Jadikan momentum Maulid ini sebagai kesempatan untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat ukhuwah,” pungkasnya.

Ketua DPRD Murung Raya itu berharap peringatan Bulan Maulid tahun ini dapat menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen lainnya untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Murung Raya.

Dengan semangat kasih sayang, persaudaraan, dan keteladanan Rasulullah SAW, Rumiadi berharap Murung Raya dapat terus tumbuh sebagai daerah yang damai, harmonis, berkeadilan, dan sejahtera.

Ia menegaskan bahwa nilai luhur yang diajarkan Rasulullah SAW hendaknya tidak hanya diperingati dalam sebuah momentum seremonial, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata demi terciptanya kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan berkeadaban. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *