MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., menegaskan pentingnya akurasi dan validitas Data Desil sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan dan penyaluran berbagai program pemerintah. Senin, 07/09/2026.
Menurutnya, proses pemutakhiran dan validasi data harus dimulai dari tingkat desa, khususnya desa-desa terpencil yang memiliki keterbatasan akses dan berpotensi mengalami ketertinggalan dalam proses pendataan.
“Desil yang akurat dapat memudahkan segala proses. Namun, akurasi itu hanya bisa terwujud jika kita mulai dari akarnya, yaitu tingkat desa, terutama wilayah-wilayah terpencil,” tegas Sutrisno.
DATA DESIL SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN
Sutrisno menjelaskan, Data Desil yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam menentukan sasaran program secara lebih tepat.
Dengan data yang valid dan mutakhir, berbagai program seperti bantuan sosial, subsidi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan dapat diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima.
“Tanpa data yang presisi, kebijakan kita akan berjalan berdasarkan asumsi. Akibatnya, bantuan bisa meleset dari sasaran dan masyarakat yang paling membutuhkan justru tidak tersentuh,” ujarnya.
AKSES WILAYAH PEDALAMAN MENJADI TANTANGAN
Politisi tersebut juga menyoroti kondisi geografis Kabupaten Murung Raya yang luas serta memiliki banyak wilayah pedalaman. Keterbatasan akses dan jarak menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pemutakhiran data masyarakat.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dalam memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita membutuhkan petugas pendata yang turun langsung, bukan hanya mengandalkan data lama. Validasi di tingkat desa harus dilakukan secara berkala agar kondisi kesejahteraan masyarakat benar-benar tergambarkan,” katanya.
PEMBANGUNAN HARUS BERBASIS DATA
Sutrisno menilai pembangunan daerah harus semakin mengedepankan kebijakan berbasis data atau evidence-based policy. Dengan demikian, setiap program dan pengalokasian anggaran dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Data adalah bahasa kebijakan. Kalau Data Desil kita kuat dan akurat, maka arah pembangunan juga akan semakin tepat. Yang paling diuntungkan tentu masyarakat Bumi Tana Malai Tolung Lingu,” pungkasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Murung Raya akan terus mendorong dan mengawal proses pendataan agar berlangsung transparan, akurat, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan perhatian dalam pendataan antara masyarakat yang tinggal di pusat kota maupun mereka yang berada di wilayah pelosok dan terpencil. [Longking]

