Bebie Apresiasikan Kehadiran Panglima JILAH Sebagai Simbol Kerukunan Antar Umat Beragama

Umat beragama

SENI BUDAYA267 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota DPRD kabupaten Murung raya, dari fraksi PDIP, BEBIE, S.Sos, SH, M.M., M.AP,
Mengapresiasikan Kehadiran panglima JILAH, ke kabupaten Murung raya, sebagai simbol kerukunan antar suku agama ras dan golongan,
Sosok Panglima Jilah populer di kalangan masyarakat suku Dayak, Murung Raya Kalimantan tengah sebagai panglima pasukan merah. Kamis 09/07/2024.

Anggota DPRD kabupaten Murung raya
BEBIE, S.Sos, SH, M.M, M.AP,
Menjelaskan sesuai pengalaman yang telah saya ketahui, dari para tokoh masyarakat Dayak bahwa Panglima Jilah adalah Komandan Pasukan Merah Dayak. Yang memiliki tekat yang kuat untuk mempertahankan hak masyarakat adat Dayak, “Tuturnya Bebie.

Ia memiliki nama asli Agustinus.Ia lahir pada 19 Agustus 1980 di Toho, tepatnya Desa Sambora, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia.

Melansir Tribun Pontianak, Panglima Jilah merupakan cucu dari seorang panglima yang sangat terpandang pada jaman kerajaan.

Maka tidak heran Panglima Jilah sangat disegani sekaligus dikagumi khususnya di Pulau Kalimantan.

Ia berdiri di barisan terdepan untuk memperjuangkan hak masyarakat yang terancam dirampas pihak lainnya

Siapa Panglima Pajaji dan Panglima Jilah, Dia Pemimpin Pasukan di Dayak yang Berseteru Soal IKN.

Hingga Panglima Jilah 
pun dijadikan simbol perjuangan masyarakat dalam mencari keadilan di tanah leluhurnya.

Ia menguasai seni beladiri tradisional Dayak dan memiliki kesaktian ilmu kebal.

Tubuhnya dibalut dengan tato khas Dayak hingga penampilan Panglima Jilah selalu menarik perhatian.”tandasnya, BEBIE, S.Sos, SH, M.M., M.AP. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *