Hadapi Musim Kemarau, Komisi I DPRD Murung Raya Dorong Perlindungan Kesehatan Anak Sekolah

Kegiatan pemerintah

KESEHATAN5286 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki puncak musim kemarau, perhatian terhadap kesehatan anak sekolah di Kabupaten Murung Raya perlu semakin ditingkatkan. Rabu, 12/08/2026.

Kondisi udara yang kering, debu, serta potensi keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga dehidrasi.

Merespons kondisi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., mendorong sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat langkah pencegahan serta perlindungan kesehatan bagi peserta didik.

Menurut Rejikinoor, sekolah harus tetap menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman bagi anak-anak, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

“Mengantisipasi berbagai macam penyakit yang bisa mengancam kesehatan anak-anak akibat musim kemarau, kami di Komisi I bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan berkomitmen untuk memperkuat langkah pencegahan. Kesehatan anak adalah prioritas utama,” ujar Rejikinoor.

Ia menilai, kondisi kesehatan siswa sangat berkaitan dengan keberlangsungan proses belajar mengajar. Anak yang mengalami gangguan kesehatan tentu akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal.

Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami sakit, tetapi perlu dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.

Perkuat Edukasi dan Sarana Kesehatan
Rejikinoor mendorong Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas untuk meningkatkan edukasi kesehatan di sekolah.

Materi yang diberikan antara lain mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan menggunakan sabun, mencukupi kebutuhan air minum, serta menggunakan masker ketika kondisi udara dipenuhi debu.

Selain edukasi, sekolah juga diharapkan memastikan ketersediaan sarana kesehatan dasar. Di antaranya air bersih, fasilitas cuci tangan, sabun, serta ruang UKS yang dapat digunakan secara optimal.

Dinas Pendidikan, kata dia, juga perlu melakukan pemetaan terhadap sekolah yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana kesehatan, terutama di wilayah yang terdampak kondisi kemarau.

Perkuat Pemantauan dan Respons Cepat

Di sisi lain, koordinasi antara sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu diperkuat. Pihak sekolah diharapkan segera berkoordinasi dengan puskesmas apabila terdapat siswa yang mengalami gejala penyakit.

Langkah tersebut penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.
Dukungan terhadap pemenuhan gizi anak juga dinilai penting.

Program makanan tambahan maupun intervensi gizi bagi anak perlu terus dioptimalkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh peserta didik selama musim kemarau.

Orang Tua Diminta Turut Berperan

Rejikinoor juga mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak.

“Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Periksa kondisi anak sebelum berangkat sekolah, bekali dengan air minum yang cukup, dan jangan ragu melapor kepada guru atau puskesmas apabila ada keluhan kesehatan. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat melewati musim kemarau ini dengan tetap sehat,” pungkasnya.

Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga dapat terus diperkuat sehingga kondisi cuaca tidak menghambat aktivitas pendidikan maupun tumbuh kembang anak-anak di Murung Raya. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *