Kita Semua Adalah Saudara: Di Atas Bumi Tana Malai Tolung Lingu, Di Bawah Lambang Tira Tangka Balang, Kita Hidup Rukun Tanpa Sekat

Kegiatan pemerintah

Berita6645 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ada tanah yang tidak hanya dipijak, tetapi juga dimuliakan. Ada bumi yang tidak hanya ditempati, tetapi juga dicintai dengan sepenuh hati. Bumi itu bernama *Tana Malai Tolung Lingu*, bumi Kabupaten Murung Raya. Sabtu, 07/11/2026.

Di atas bumi inilah, sebuah pesan damai kembali menggema, menyejukkan hati dan menguatkan persaudaraan. Pesan yang didukung oleh *TNI – POLRI* ini tidak berbicara tentang perbedaan. Ia berbicara tentang satu kebenaran yang paling mulia: *Kita Semua Adalah Saudara.*

Di bawah lambang *Tira Tangka Balang*, lambang kebesaran Kabupaten Murung Raya, pesan itu menjadi semakin bermakna. Tira Tangka Balang bukan sekadar simbol. Ia adalah janji. Ia adalah filosofi hidup. Ia adalah penanda bahwa di tanah ini, kerukunan umat hidup harmonis tanpa sekat, dan dijamin tidak berkotak-kotak.

*TANA MALAI TOLUNG LINGU: BUMI YANG MERANGKUL SEMUA*

Tana Malai Tolung Lingu adalah bumi yang terbuka. Bumi yang merangkul siapa pun yang datang dengan niat baik. Bumi yang tidak pernah bertanya, dari suku mana engkau berasal, dari agama apa engkau beribadah, dari daerah mana engkau merantau.

Yang ditanyakan oleh bumi ini hanyalah satu: Apakah engkau datang dengan baik? Apakah engkau tinggal dengan damai? Apakah engkau menghormati sesamamu?

Di bumi inilah, Dayak, Banjar, Jawa, Madura, Bugis, Batak, dan semua suku lainnya telah hidup berdampingan. Bukan sekadar bertetangga, tetapi bersaudara. Saling membantu saat susah, saling berbagi saat senang, saling menjaga saat ada yang membutuhkan.

*TIRA TANGKA BALANG: SIMBOL YANG TIDAK MEMISAHKAN, TAPI MENYATUKAN*

Lambang Tira Tangka Balang berdiri tegak sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat Murung Raya. Bahwa kebesaran sebuah daerah tidak diukur dari seberapa megah bangunannya, tetapi dari seberapa rukun masyarakatnya.

Tira Tangka Balang menunjukkan simbol kerukunan umat yang harmonis tanpa sekat. Tidak ada yang dipisahkan oleh tembok perbedaan. Tidak ada yang dikotak-kotakkan oleh asal usul. Semua berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, sebagai satu keluarga besar Murung Raya.

Inilah yang membuat Murung Raya istimewa. Di saat banyak tempat lain sibuk memperdebatkan perbedaan, Murung Raya justru merayakan persaudaraan.

*SUARA DARI SERAGAM: SERLI, PERSONEL TNI AD, MENAMBAHKAN*

Pesan persaudaraan ini semakin kuat ketika disampaikan langsung dari hati seorang prajurit.

*Serli*, salah satu personel TNI AD, juga menambahkan dengan penuh ketulusan:

Bagi kami, menjaga Kalimantan bukan hanya menjaga wilayah, tetapi menjaga persaudaraan. Kami tidak melihat dari mana seseorang berasal. Yang kami lihat adalah, dia adalah saudara kami. Jika ada saudara yang susah, kami wajib membantu. Jika ada saudara yang bertikai, kami wajib mendamaikan.”

Menurut Serli, seorang prajurit tidak hanya berdiri dengan senjata, tetapi berdiri dengan hati. Hati yang mengayomi, hati yang melindungi, hati yang merangkul semua tanpa membedakan.

Di mata kami, semua warga adalah sama. Penduduk asli adalah saudara kami. Perantau adalah saudara kami. Pedagang adalah saudara kami. Selama mereka datang dengan baik, kami akan selalu berdiri bersama mereka. Karena tugas kami adalah memastikan semua orang bisa hidup damai di atas bumi ini,” ujar Serli.

Kehadiran Serli menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir bukan sebagai jarak, tetapi sebagai jembatan. Bukan sebagai yang ditakuti, tetapi sebagai yang dirindukan kehadirannya saat masyarakat membutuhkan pertolongan dan perlindungan.

*MERANTAU ADALAH PERJUANGAN, BUKAN PERMUSUHAN*

Setiap perantau adalah pejuang. Ia meninggalkan kampung halaman, meninggalkan orang tua, meninggalkan anak dan istri, demi satu tujuan yang suci: mencari rezeki yang halal untuk keluarga tercinta.

> “Merantau untuk mencari rezeki, bukan mencari keributan.”

Kalimat itu adalah pengingat yang lembut, namun sangat tegas. Bahwa perjuangan sejati bukan dengan keributan, tetapi dengan kerja keras, kesabaran, dan kejujuran.

Karena rezeki tidak pernah datang dari keributan. Rezeki datang dari hati yang tenang, tangan yang bekerja, dan doa yang tidak pernah putus.

*FONDASI PERSAUDARAAN DI TANAH KALIMANTAN*

Himbauan TNI-Polri ini menyampaikan fondasi yang menjadi pegangan kita semua, dari mana pun kita berasal, apa pun suku kita.

*Berdaganglah Dengan Jujur, Amanah, dan Tidak Merugikan Orang Lain*
Jujur adalah mata uang yang berlaku di mana pun. Pedagang yang jujur akan dicintai pelanggannya. Pengusaha yang amanah akan diberkahi usahanya. Ketika kita tidak merugikan orang lain, kita sedang membuka pintu rezeki yang lebih luas untuk diri kita sendiri.

*Hormati Penduduk Asli, Hormati Tanah Yang Kita Pijak*
Kalimantan memiliki penduduk asli yang memiliki adat, budaya, dan kearifan lokal yang telah dijaga selama ratusan tahun. Menghormati mereka bukan berarti kita lebih rendah. Menghormati mereka berarti kita adalah saudara yang tahu adab, tamu yang tahu berterima kasih, dan manusia yang tahu menghargai.

*Jaga Sopan Santun, Hargai Adat Istiadat, Pelihara Kerukunan*
Sopan santun adalah jembatan yang menghubungkan semua suku. Adat istiadat adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama. Kerukunan adalah harta yang paling mahal, yang tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun.

*PESAN TNI-POLRI: KAMI HADIR UNTUK MELINDUNGI SEMUA*

TNI dan Polri hadir bukan untuk menakuti siapa pun. TNI dan Polri hadir untuk melindungi semua. Melindungi penduduk asli, melindungi perantau, melindungi pedagang, melindungi petani, melindungi anak-anak, melindungi semua warga tanpa terkecuali.

Bersama Menjaga Kedamaian Di Tanah Kalimantan.”

Kedamaian bukan hanya tugas aparat. Kedamaian adalah tugas kita semua. Ketika kita memilih untuk sabar daripada marah, memilih untuk memaafkan daripada membalas, memilih untuk berjabat tangan daripada mengepalkan tangan, di situlah kedamaian benar-benar hidup.

*DATANG DENGAN BAIK, TINGGAL DENGAN DAMAI*

Himbauan ini ditutup dengan doa yang paling indah untuk kita semua:

Datang Dengan Baik, Tinggal Dengan Damai, Pulang Meninggalkan Kenangan Baik.”

Datang dengan baik, karena niat baik akan melahirkan kebaikan. Tinggal dengan damai, karena kedamaian akan melahirkan keberkahan. Pulang meninggalkan kenangan baik, karena kenangan baik akan selalu dikenang, akan selalu didoakan, dan akan selalu dirindukan.

Kita semua adalah saudara. Di atas Bumi Tana Malai Tolung Lingu, di bawah lambang Tira Tangka Balang, kita bersatu, kita rukun, kita harmonis tanpa sekat.

Dari Murung Raya, untuk Kalimantan. Dari Kalimantan, untuk Indonesia. Dari Indonesia, untuk dunia. Mari kita jaga persaudaraan ini, hari ini, esok, dan selaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *