MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan gereja serta pelayanan pendidikan rohani anak dengan mendukung penuh pelaksanaan Seminar Hamba-Hamba Tuhan. Sabtu, 17/01/2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Murung Raya ini mengusung tema “Kepemimpinan Gereja dan Pelatihan Guru Sekolah Minggu” dan dilaksanakan di Balai Jemaat Nazaret, Kamis (15).
Seminar tersebut menghadirkan narasumber tingkat nasional, Dr. Choi Chi Hyun, M.Pd., M.A., akademisi sekaligus praktisi pendidikan Kristen. Kegiatan ini diikuti oleh para pendeta dan pelayan gereja lintas denominasi dari seluruh wilayah Kabupaten Murung Raya, yang berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme.
Mewakili Bupati Murung Raya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Murung Raya, Batara, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam pembentukan karakter, etika, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.
“Hamba Tuhan dan guru Sekolah Minggu memegang peranan penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, berintegritas, dan cinta damai. Pemkab Murung Raya sangat mendukung kegiatan pembinaan seperti ini karena sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Batara.
Dalam pemaparannya, Dr. Choi Chi Hyun menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani (servant leadership) serta kemampuan pemimpin gereja untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai iman Kristiani.
Materi seminar tidak hanya membahas aspek teologis, tetapi juga tantangan kepemimpinan gereja di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) API Kabupaten Murung Raya, Pendeta Supardi Yunes Umbai, S.Th., menjelaskan bahwa pelatihan Guru Sekolah Minggu difokuskan pada penguatan metode pengajaran yang kreatif, komunikatif, dan kontekstual.
“Kami membekali peserta dengan pendekatan pedagogis modern agar pesan Alkitab dapat disampaikan secara efektif dan menarik bagi anak-anak, khususnya di era digital saat ini,” jelasnya.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini sebagai sarana refleksi dan pembaruan pelayanan gereja agar tetap relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat luas.
Melalui seminar ini, diharapkan para hamba Tuhan di Kabupaten Murung Raya semakin siap menghadapi tantangan pelayanan, memperkuat kepemimpinan gereja, serta melahirkan generasi muda Kristen yang berkarakter kuat, toleran, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. [Longking]

