Rumiadi Gaungkan Semangat Tira Tangka Balang, Murung Raya Harus Jadi Huma Betang Yang Berkeadilan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kabupaten Murung Raya bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan rumah besar bersama yang dapat dimaknai sebagai Huma Betang, tempat seluruh masyarakat hidup, tumbuh, dan membangun masa depan bersama di atas Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Sabtu, 12/09/2026.

Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan falsafah Tira Tangka Balang, yang mencerminkan semangat untuk terus maju, pantang menyerah, dan tidak mudah mundur dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Nilai tersebut dinilai penting untuk terus dihidupkan dalam setiap kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., saat menekankan pentingnya keberpihakan pembangunan kepada masyarakat sebagai penghuni utama rumah besar Murung Raya.

Huma Betang sebagai Cermin Kebersamaan
Menurut Rumiadi, filosofi Huma Betang tidak hanya berkaitan dengan rumah secara fisik, tetapi juga menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, serta semangat haduhup handep kapakat.

“Murung Raya ini ibarat satu rumah Betang. Di dalamnya hidup seluruh lapisan masyarakat dengan budaya gotong royong, haduhup handep kapakat. Tugas kita bersama, baik tokoh adat, pemerintah maupun masyarakat, adalah menjaga rumah ini agar setiap penghuninya merasa aman, bermartabat dan terlindungi,” ujar Rumiadi.

Ia menilai, kekuatan sebuah daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa kuat kebersamaan serta kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Karena itu, pembangunan Murung Raya harus dilakukan dengan semangat kebersamaan dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan.

Keadilan Sosial Menjadi Tolok Ukur Pembangunan

Rumiadi menegaskan, kemajuan daerah akan kehilangan makna apabila masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses yang layak terhadap kebutuhan dasar.

Menurutnya, keadilan sosial harus menjadi salah satu tolok ukur dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Kerja sama dan saling mendukung harus menjadi budaya. Kita wajib memastikan tidak ada yang kelaparan sementara yang lain kenyang. Itulah hakikat keadilan di dalam Huma Betang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi daerah tidak cukup hanya dilihat melalui angka statistik.

Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat daerah.

Kesejahteraan Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

Rumiadi juga menekankan pentingnya menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan.
Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, perekonomian, serta penciptaan lapangan kerja.

“Utamakan kesejahteraan rakyat daerah terlebih dahulu. Ini bukan sikap eksklusif, tetapi tanggung jawab moral. Ketika masyarakat diminta bergotong royong membangun daerah, maka pemerintah wajib hadir paling depan untuk warga daerah, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Ia menegaskan, Murung Raya tetap terbuka terhadap investasi, kerja sama, dan kemitraan dengan berbagai pihak. Namun, keterbukaan tersebut harus tetap berjalan dengan prinsip keadilan serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat daerah.

“Pintu rumah kita terbuka. Tetapi pastikan terlebih dahulu penghuni di dalamnya cukup makan, cukup kerja dan cukup terlindungi. Setelah itu, baru kita bicara tentang tamu dan kemitraan,” pungkasnya.

Dengan menghidupkan semangat Tira Tangka Balang serta nilai haduhup handep kapakat, Rumiadi meyakini Murung Raya dapat tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam kebersamaan, harmonis, dan berkeadilan.

Huma Betang Murung Raya, lanjutnya, harus menjadi rumah bersama yang mampu memberikan rasa aman, kesempatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *